Selasa, 16 Februari 2010

mental pegawai

postingan saya yang satu ini jelas menyindir pola pikir bangsa ku
bangsa ku, bangsa indonesia mempunyai masyarakat yang pandai pandai, hanya saja yang tidak mau pandai lebih banyak. sehingga terkesan tidak pandai
hanya saja kebanyakan pola pikir mereka hanya mementingkan kepentingan sesaat yang hanya akan menghasilkan sampah belaka
mengapa saya berkata demikian? itu dikarenakna fakta yang kita lihat dilapangan bahwa kebanyakan orang pribumilebih memilih menjadi pegawai dibandingkan mempunyai usaha sendiri
megapa saya mengatakan itu hanya akan menjadi sampah? itu karena jika kita hanya menjadi seorang pegawai, kita hanya akan berguna bagi diri kita sendiri, paling jauh adalah keluarga
kita tidak akan pernah bisa memberikan kontribusi bagi saudara kita yang lain, jangankan memberi untuk orang lain, jika kita hanya menjadi pegawai, kita membutuhkan belas kasihan orang lain
hal ini sangat bertolak belakang denga mental penjajah kita, bangsa china. warga china di indonesia berfikir daripada uang hanya berdiam dir di bank, lebih baik memutarkannya agar mendapatkan yang lebih banyak
dan pada akhirnya jika sudah demikian, warga china yang dulunya berteriak teriak mereka terkena rasis justru sekarnag melakukan tindak rasisme itu sendiri, bagaimana tindak rasisme yang mereka lakukan? ada pembahasannya sendiri
dan pada akhirnya negara kita ini akan sepenuhnya dikuasai oleh china.
sekarang pilihan ada ditangan anda, jika mau bergerak, sekarang belum terlambat. jika setengah setengah, mendingan tidak usah sama sekali