Kita Tidak Sedang Menghentikan Kelaparan Dunia, Tapi Masalah Pencerdasan Bangsa Adalah Kewajiban Kita Semua
Kamis, 22 Desember 2011
sebuah progres menuju kebodohan
kawan, apa engkau merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan?
mari kita sejenak melihat beberapa kejadian di belakang, sambil sedikit merenung
kasus yang dialami oleh orang terpelajar
pelecehan yang terjadi di dalam angkot
kasus suap yang terjadi di harta kita
sengketa lahan perkebunan
belum lagi berita mengenai ini
yang bisa merusak moral
dan masih banyak yang lain lagi
semuanya menampakkan bahwa negara kita sedang menuju ke arah zaman "jahiliah"
Jumat, 04 November 2011
benarkah amerika memberantas teroris?
islam selalu diidentikkan dengan teroris
wajar bila stigma ini begitu cepat diamini oleh banyak orang, karena hampir tiap kali kita menonton hollywood kita disuguhi pemandangan seperti ini
atau yang seperti ini:
lalu apa kah benar sekeji itu kah islam?
kita simpan dulu pertanyaan itu, mari kita lihat sedikit masalah di negeri kita
saya rasa terlalu picik bila kita menghabiskan jutaan dollar untuk memerangi apa yang mereka sebut "teroris"
saya rasa alasan ini lebih rasional
kita lihat data yang saya ambil dari : http://www.nationmaster.com/graph/ene_oil_con-energy-oil-consumption
sekarang apakah anda masih berfikir amerika menyerang arab karena "teroris"?
ada yang bilang minyak indonesia adalah minyak terbaik, berarti tinggal tunggu waktu giliran kita di "arab" kan
Selasa, 16 Agustus 2011
66 tahun negaraku
66 tahun sudah negaraku merdeka. 66 tahun sudah negaraku membenahi dirinya. 66 tahun sudah pembangunan negeri ini berjalan. 66 tahun bukan angka yang kecil, 66 tahun bukan jangka waktu yang sebentar, 66 tahun itu waktu yang cukup lama. tapi hasil dandan negaraku masih kurang memuaskan, negaraku masih carut marut dengan segala kelebihan dan banyak kekurangannya.
banyak bangunan mewah yang berhasil terbangun, banyak pembangunan yang fantastis yang berhasil terselesaikan, banyak kemudahan yang berhasil terwujudkan. tapi lihatlah siapa yang menikmati semua hasil dari pembangunan ini? apa seorang tukang becak merasakan keuntungan terbangunnya sebuah jalan tol yang panjang sehingga memudahkan sebuah perjalanan yang cukup panjang? jawabannya adalah TIDAK! jika pemerintah beralibi hasil dari pembangunan tersebut akan dibagikan secara merata, mana buktinya? harga kebutuhan pokok juga mahal sekarang. tak menguntungkan rakyat kecil sama sekali.
banyak harapan yang digantungkan pada negeri ini. jutaan mulut menganga menanti makanan yang layak dan bergizi, jutaan yang kedinginan saat malam datang dan kepanasan saat siang menjemput, jutaan penderitaan lain juga membutuhkan kepedulian kita untuk ikut merasakannya.
biarkan generasi tua yang udah mau mati menikmati sisa kepemimpinan mereka, yang penting kita generasi muda punya semangat yang tak terbantahkan dihati. "merdeka atau mati!" merdeka dari kekangan kapitalis dan teroris sejati, untuk akhirnya mati sebagai negara yang madani. harapan untuk itu memang ada nun jauh disana, namun ketika kita menikmati proses untuk kesana, 1 juta tahun cahaya pun hanya akan berasa sekedipan mata saja.
disini penulis bukan orang yang pandai, penulis hanyalah orang yang peduli pada nasip bangsa ini, mau dibawa kemana beberapa puluh tahun yang akan datang. kejayaan atau keruntuhan ada pada tangan kita generasi yang penuh api semangat idealisme, dan bukan matrealis.
akhir kata penulis menunggu mu di dunia yang baru. dunia milik kita semua
banyak bangunan mewah yang berhasil terbangun, banyak pembangunan yang fantastis yang berhasil terselesaikan, banyak kemudahan yang berhasil terwujudkan. tapi lihatlah siapa yang menikmati semua hasil dari pembangunan ini? apa seorang tukang becak merasakan keuntungan terbangunnya sebuah jalan tol yang panjang sehingga memudahkan sebuah perjalanan yang cukup panjang? jawabannya adalah TIDAK! jika pemerintah beralibi hasil dari pembangunan tersebut akan dibagikan secara merata, mana buktinya? harga kebutuhan pokok juga mahal sekarang. tak menguntungkan rakyat kecil sama sekali.
banyak harapan yang digantungkan pada negeri ini. jutaan mulut menganga menanti makanan yang layak dan bergizi, jutaan yang kedinginan saat malam datang dan kepanasan saat siang menjemput, jutaan penderitaan lain juga membutuhkan kepedulian kita untuk ikut merasakannya.
biarkan generasi tua yang udah mau mati menikmati sisa kepemimpinan mereka, yang penting kita generasi muda punya semangat yang tak terbantahkan dihati. "merdeka atau mati!" merdeka dari kekangan kapitalis dan teroris sejati, untuk akhirnya mati sebagai negara yang madani. harapan untuk itu memang ada nun jauh disana, namun ketika kita menikmati proses untuk kesana, 1 juta tahun cahaya pun hanya akan berasa sekedipan mata saja.
disini penulis bukan orang yang pandai, penulis hanyalah orang yang peduli pada nasip bangsa ini, mau dibawa kemana beberapa puluh tahun yang akan datang. kejayaan atau keruntuhan ada pada tangan kita generasi yang penuh api semangat idealisme, dan bukan matrealis.
akhir kata penulis menunggu mu di dunia yang baru. dunia milik kita semua
Jumat, 01 Juli 2011
miskin? salah strategi atau mental
saya kurang setuju ketika indonesia dibilang negara yang miskin. warga indonesia rata rata berpenghasilan yang cukup, tidak kurang. lalu apa yang membuat mereka hidup di dalam kekurangan? ini beberapa sebab
1 salah strategi
besar pasak daripada tiang jadi sebab yang pertama. pola hidup yang konsumtif berkembang dimana mana. bukan hanya di perkotaan, di pedesaan pun juga. hanya saja jenisnya saja yang berbeda. bila diperkotaan konsumtif karena tuntutan perkembangan jaman, kalau di desa konsumtif karena tuntutan adat ini itu.
inilah yang coba saya himbau pada kaum muda *sok tua*. alangkah lebih baik ketika kita bisa mengatur arus uang yang kita dapatkan. juga kita belajar mensyukuri apapun yang allah berikan pada kita, karena tahu pun ketika di syukuri bisa berubah jadi ayam ^^
2 mental
ini yang bahaya. banyak juga warga indonesia yang miskin karena mental mereka. sebenarnya hidupnya jauh dari cukup, bahkan berlebih. dan penyakit ini lah yang mengancam kelangsungan ekonomi indonesia. semoga saja ada obatnya. wallahu a'lam
1 salah strategi
besar pasak daripada tiang jadi sebab yang pertama. pola hidup yang konsumtif berkembang dimana mana. bukan hanya di perkotaan, di pedesaan pun juga. hanya saja jenisnya saja yang berbeda. bila diperkotaan konsumtif karena tuntutan perkembangan jaman, kalau di desa konsumtif karena tuntutan adat ini itu.
inilah yang coba saya himbau pada kaum muda *sok tua*. alangkah lebih baik ketika kita bisa mengatur arus uang yang kita dapatkan. juga kita belajar mensyukuri apapun yang allah berikan pada kita, karena tahu pun ketika di syukuri bisa berubah jadi ayam ^^
2 mental
ini yang bahaya. banyak juga warga indonesia yang miskin karena mental mereka. sebenarnya hidupnya jauh dari cukup, bahkan berlebih. dan penyakit ini lah yang mengancam kelangsungan ekonomi indonesia. semoga saja ada obatnya. wallahu a'lam
Jumat, 20 Mei 2011
sistem di bawah tekanan
sejak kecil kita sudah dibiasakan dengan belajar dengan ujian yang bersifat temporary di akhir. ini merupakan salah satu contoh bahwa sistem kehidupan kita menganut sistem dibawah tekanan. hampir semua linii kehidupan selalu menguras otak kita, dari masalah uang, makan, tempat tinggal, pekerjaan kita selalu di tekan.
mungkin sistem semacam ini terasa kontraproduktif. sistem semacam ini tidak memberi kita peluang untuk berkembang.jangankan berkembang, bisa bertahan dari serangan stres saja sudah untung untungan. meskipun begitu, sistem seperti ini memang menjadi sistem yang terbaik saat ini. saya rasa. kenapa? jawabannya adalah karena mental bangsa kita! bangsa kita terkenal sebagai bangsa pemalas. ini juga yang melatari keberadaan sistim outsourcing.
untuk saat ini saya masih belum terfikir kita harus memakai sistem seperti apa. tapi yang jelas sistem dibawah tekanan seperti saat ini harus segera di hapus.
mungkin sistem semacam ini terasa kontraproduktif. sistem semacam ini tidak memberi kita peluang untuk berkembang.jangankan berkembang, bisa bertahan dari serangan stres saja sudah untung untungan. meskipun begitu, sistem seperti ini memang menjadi sistem yang terbaik saat ini. saya rasa. kenapa? jawabannya adalah karena mental bangsa kita! bangsa kita terkenal sebagai bangsa pemalas. ini juga yang melatari keberadaan sistim outsourcing.
untuk saat ini saya masih belum terfikir kita harus memakai sistem seperti apa. tapi yang jelas sistem dibawah tekanan seperti saat ini harus segera di hapus.
inilah alasan kenapa dulu allah memberi pilihan 2
saya pernah mengalami 2 kali kegagalan dalam mendaftar sekolah. yang pertama ketika sd mau masuk ke smp, saat itu aku memilih smpn 1 surabaya sebagai pilihan 1 saya. tapi nyatanya apa saya di tolak dengan selisih batas nilai ukm yang sangat tipis. akhirnya aku di beri SMPN 9.
pada giliran ke dua (smp-sma) lagi lagi pilihan 1 saya mbleset dengan selisih yang gak kalah tipis. cuma selisih 0,15! saat itu aku memilih SMAN 5, namun allah memberiku SMAN 2.
tapi di akhir ketika masuk ptn ternyata saya masuk kedalam STEI-ITB perguruan tinggi dengan nilai PIG tertinggi di Indonesia. alhamdulillah!
dengan ini saya sadar bahwa semua takdir allah itu sudah sempurna. seberapapun anda menimbang, tetap allah yang tahu mana yang terbaik. bagaimana tidak? coba saja saya masuk SMPN 1, tentu akan susah bagiku masuk SMAN 2. kalo tidak masuk SMAN 2? tentu aku gak akan masuk cibi. kalo tidak masuk cibi? saya gak akan pernah bermimpi masuk ITB ataupun bermimpi menjadi presiden ri di tahun 2049
pada giliran ke dua (smp-sma) lagi lagi pilihan 1 saya mbleset dengan selisih yang gak kalah tipis. cuma selisih 0,15! saat itu aku memilih SMAN 5, namun allah memberiku SMAN 2.
tapi di akhir ketika masuk ptn ternyata saya masuk kedalam STEI-ITB perguruan tinggi dengan nilai PIG tertinggi di Indonesia. alhamdulillah!
dengan ini saya sadar bahwa semua takdir allah itu sudah sempurna. seberapapun anda menimbang, tetap allah yang tahu mana yang terbaik. bagaimana tidak? coba saja saya masuk SMPN 1, tentu akan susah bagiku masuk SMAN 2. kalo tidak masuk SMAN 2? tentu aku gak akan masuk cibi. kalo tidak masuk cibi? saya gak akan pernah bermimpi masuk ITB ataupun bermimpi menjadi presiden ri di tahun 2049
Langganan:
Komentar (Atom)












