Jumat, 20 Mei 2011

sistem di bawah tekanan

sejak kecil kita sudah dibiasakan dengan belajar dengan ujian yang bersifat temporary di akhir. ini merupakan salah satu contoh bahwa sistem kehidupan kita menganut sistem dibawah tekanan. hampir semua linii kehidupan selalu menguras otak kita, dari masalah uang, makan, tempat tinggal, pekerjaan kita selalu di tekan.
mungkin sistem semacam ini terasa kontraproduktif. sistem semacam ini tidak memberi kita peluang untuk berkembang.jangankan berkembang, bisa bertahan dari serangan stres saja sudah untung untungan. meskipun begitu, sistem seperti ini memang menjadi sistem yang terbaik saat ini. saya rasa. kenapa? jawabannya adalah karena mental bangsa kita! bangsa kita terkenal sebagai bangsa pemalas. ini juga yang melatari keberadaan sistim outsourcing.
untuk saat ini saya masih belum terfikir kita harus memakai sistem seperti apa. tapi yang jelas sistem dibawah tekanan seperti saat ini harus segera di hapus.

inilah alasan kenapa dulu allah memberi pilihan 2

saya pernah mengalami 2 kali kegagalan dalam mendaftar sekolah. yang pertama ketika sd mau masuk ke smp, saat itu aku memilih smpn 1 surabaya sebagai pilihan 1 saya. tapi nyatanya apa saya di tolak dengan selisih batas nilai ukm yang sangat tipis. akhirnya aku di beri SMPN 9.
pada giliran ke dua (smp-sma) lagi lagi pilihan 1 saya mbleset dengan selisih yang gak kalah tipis. cuma selisih 0,15! saat itu aku memilih SMAN 5, namun allah memberiku SMAN 2.
tapi di akhir ketika masuk ptn ternyata saya masuk kedalam STEI-ITB perguruan tinggi dengan nilai PIG tertinggi di Indonesia. alhamdulillah!
dengan ini saya sadar bahwa semua takdir allah itu sudah sempurna. seberapapun anda menimbang, tetap allah yang tahu mana yang terbaik. bagaimana tidak? coba saja saya masuk SMPN 1, tentu akan susah bagiku masuk SMAN 2. kalo tidak masuk SMAN 2? tentu aku gak akan masuk cibi. kalo tidak masuk cibi? saya gak akan pernah bermimpi masuk ITB ataupun bermimpi menjadi presiden ri di tahun 2049