66 tahun sudah negaraku merdeka. 66 tahun sudah negaraku membenahi dirinya. 66 tahun sudah pembangunan negeri ini berjalan. 66 tahun bukan angka yang kecil, 66 tahun bukan jangka waktu yang sebentar, 66 tahun itu waktu yang cukup lama. tapi hasil dandan negaraku masih kurang memuaskan, negaraku masih carut marut dengan segala kelebihan dan banyak kekurangannya.
banyak bangunan mewah yang berhasil terbangun, banyak pembangunan yang fantastis yang berhasil terselesaikan, banyak kemudahan yang berhasil terwujudkan. tapi lihatlah siapa yang menikmati semua hasil dari pembangunan ini? apa seorang tukang becak merasakan keuntungan terbangunnya sebuah jalan tol yang panjang sehingga memudahkan sebuah perjalanan yang cukup panjang? jawabannya adalah TIDAK! jika pemerintah beralibi hasil dari pembangunan tersebut akan dibagikan secara merata, mana buktinya? harga kebutuhan pokok juga mahal sekarang. tak menguntungkan rakyat kecil sama sekali.
banyak harapan yang digantungkan pada negeri ini. jutaan mulut menganga menanti makanan yang layak dan bergizi, jutaan yang kedinginan saat malam datang dan kepanasan saat siang menjemput, jutaan penderitaan lain juga membutuhkan kepedulian kita untuk ikut merasakannya.
biarkan generasi tua yang udah mau mati menikmati sisa kepemimpinan mereka, yang penting kita generasi muda punya semangat yang tak terbantahkan dihati. "merdeka atau mati!" merdeka dari kekangan kapitalis dan teroris sejati, untuk akhirnya mati sebagai negara yang madani. harapan untuk itu memang ada nun jauh disana, namun ketika kita menikmati proses untuk kesana, 1 juta tahun cahaya pun hanya akan berasa sekedipan mata saja.
disini penulis bukan orang yang pandai, penulis hanyalah orang yang peduli pada nasip bangsa ini, mau dibawa kemana beberapa puluh tahun yang akan datang. kejayaan atau keruntuhan ada pada tangan kita generasi yang penuh api semangat idealisme, dan bukan matrealis.
akhir kata penulis menunggu mu di dunia yang baru. dunia milik kita semua