pemikiranku berikutnya mengenai indonesia adalah membahas soal peraturan yang dibuat dan di jalankan di indonesia. postingan ini bukan bermaksud untuk sara atau memecah belah, karena itu perlu saya tegaskan di awal bahwa agama yang dimaksud disini bukan mengkhususkan diri pada agama islam, melainkan semua agama. karena pada dasarnya semua agama itu mengajak pada kebaikan.
terlintas di benakku bahwa semua agama itu mengajak umatnya pada kebaikan. semua peraturan yang termuat dalam agama mempunyai nilai nilai moral yang sangat tinggi. oleh karena itu saya berpikir kenapa tidak kita gunakan saja agama ini sebagai dasar dari pembuatan peraturan, toh sila pertama dari pancasila adalah "ketuhanan yang maha esa"
saya berkata demikian karena melihat di indonesia nilai agama masih belum termuat di dalam peraturan peraturan yang ada. kebanyakan peraturan hanya mengacu pada kepentingan orang, memang ada yang bukan kepentingan segelintir orang melainkan kepentingan banyak orang. tapi tetap saja yang namanya kepentingan orang itu pasti profit oriented. meskipun memang digunakan untuk kepentingan bersama peraturan yang seperti ini banyak menimbulkan kerugian. saya beri contoh biar nyata: peraturan menggadaikan tambang kita pada pihak asing (ex: freeport, dkk) memang jangka pendek hal ini menguntungkan, tapi dalam jangka yang relatif panjang akan merugikan kita.
oleh karena itu saya mengajak kawan kawan semua untuk menegakkan negara yang berdasarkan agama. jika kita mau mempelajari agama, kita lihat peraturan di dalamnya selalu mengamdung unsur rahmatan lil alamin. marilah kita buat agama bukan hanya kita gunakan sebagai ritual, tapi kita aplikasikan norma norma yang ada di dalamnya kedalam kehidupan nyata. saya sering membawakan hal ini untuk di share pada temen temen saya tetapi selalu mendapat penolakan. akhirnya saya menuliskannya disini agar barangkali ada orang/pejabat yang tertarik dan mau membuat peraturan yang berdasar pada agama, tentu saya akan banyak berterima kasih.
akhir kata, saya hanya anak biasa dan mungkin semua orang tidak kenal saya. tapi saya mempunyai mimpi yang nyata untuk indonesia. andai saya mendapat kesempatan untuk mewujudkannya. saya juga mohon partisipasi anda anda semua. mari ciptakan indonesia yang lebih baik
Kita Tidak Sedang Menghentikan Kelaparan Dunia, Tapi Masalah Pencerdasan Bangsa Adalah Kewajiban Kita Semua
Minggu, 12 September 2010
Jumat, 10 September 2010
bahagianya sang orang tua ketika sang anak berkunjung
kebahagian tampak jelas di wajahnya, raut yang biasanya kusut kini seperti mendapatkan sesuatu yang hilang dan tiba tiba muncul kembali
kali ini saya mencoba bercerita tentang seorang kakek tua yang hidup sendirian di sebuah rumah sederhana, bahkan tidak layak untuk disebut rumah. dia hidup dari belas kasihan orang lain, hari2nya dia habiskan di masjid dan saya gak tau dia ngapain aja. oleh karena itu hampir tidak pernah saya lihat dia tersenyum tanda bahagia
namun hari ini beda, dia tampak bahagia, anaknya yang tinggal jauh di perantauan pulang dan membawakan dia 1 stel baju koko warna putih dan sajadah
dari sini dapat kita ambil hikmah, betapa seorang tua yang sudah lama hidup sengsara akan sangat berbahagia hatinya ketika sang anak pulang meskipun hanya membawakan sesuatu yang remeh, tetapi kedatangannya jauh lebih berarti. apalagi jika kelak kita mampu membusungkan dada orang tua kita dan mampu membuat orang tua kita bangga menyebut "ini loh anakku". tentu kabahagiaan yang tak terkira
kali ini saya mencoba bercerita tentang seorang kakek tua yang hidup sendirian di sebuah rumah sederhana, bahkan tidak layak untuk disebut rumah. dia hidup dari belas kasihan orang lain, hari2nya dia habiskan di masjid dan saya gak tau dia ngapain aja. oleh karena itu hampir tidak pernah saya lihat dia tersenyum tanda bahagia
namun hari ini beda, dia tampak bahagia, anaknya yang tinggal jauh di perantauan pulang dan membawakan dia 1 stel baju koko warna putih dan sajadah
dari sini dapat kita ambil hikmah, betapa seorang tua yang sudah lama hidup sengsara akan sangat berbahagia hatinya ketika sang anak pulang meskipun hanya membawakan sesuatu yang remeh, tetapi kedatangannya jauh lebih berarti. apalagi jika kelak kita mampu membusungkan dada orang tua kita dan mampu membuat orang tua kita bangga menyebut "ini loh anakku". tentu kabahagiaan yang tak terkira
diam itu emas
judul yang saya ambil diatas mungkin menjadi apa yang aku pikirkan saat ini
diam adalah emas, hal ini coba tak pikirkan dan ternyata banyak benarnya
entah fikiranku ini salah atau yakapa, tapi saya berpendapat bahwa orang yang banyak berbicara itu 0, sebenarnya tak berisi apapun
coba kita melirik sebentar ke negara tetangga kita malaysia, dia berkoar koar akan mengalahkan indonesia, jika kita melihat jauh kedalam malaysia, sebenarnya malaysia punya apa sih? nonsense, malaysia gak punya apa apa. peralatan militer kita gak kalah hebat, sistem pemerintahan dan perekonomian kita gak kalah. meskipun ekonomi mereka ada di hilir sedang kita di hulu. tapi secara keseluruhan jika memang benar terjadi perang, indonesia akan mampu memberikan perlawanan yang minimal seimbang. tapi kenapa indonesia gak mau berperang? alasannya cuma 1, ribuan nyawa wni ada di malaysia. dalam hati saya berkata, pulangkan para wni itu maka saya yang akan memimpin perang. amin
dan menurut saya, jika memang seseorang/sekelompok itu mempunyai kekuatan, meraka gak bakal banyak omong. contoh yang sangat nyata adalah negara israel. mereka gak pernah berkoar koar untuk menyerang palestina, mereka hanya diam diam dan tiba tiba meledak gitu saja
contoh lain adalah cina, jika kita melirik pada sisi kehidupan mereka. jika mereka masih dalam taraf kehidupan yang biasa, mereka gak akan melakukan hal yang aneh2, malah cenderung maaf "pelit". bahkan ketika sudah kaya pun terkadang masih "pelit". namun lihat hasilnya, sekarang bangsa cina ada di mana mana, bahkan di amerika serikat posisi cina mulai menggusur yahudi
dari 3 contoh yang telah saya sebutkan diatas, saya berpendapat bahwa orang jika berisi, maka gak akan melakukan hal aneh aneh, cenderung tenang, gak banyak bertingkah. dan satu lagi, orang yang banyak omong itu cenderung menampakkan kebodohannya, menampakkan bahwa dia tidak berilmu.
mari kita renungkan, memilih jadi orang seperti apa kita ini
diam adalah emas, hal ini coba tak pikirkan dan ternyata banyak benarnya
entah fikiranku ini salah atau yakapa, tapi saya berpendapat bahwa orang yang banyak berbicara itu 0, sebenarnya tak berisi apapun
coba kita melirik sebentar ke negara tetangga kita malaysia, dia berkoar koar akan mengalahkan indonesia, jika kita melihat jauh kedalam malaysia, sebenarnya malaysia punya apa sih? nonsense, malaysia gak punya apa apa. peralatan militer kita gak kalah hebat, sistem pemerintahan dan perekonomian kita gak kalah. meskipun ekonomi mereka ada di hilir sedang kita di hulu. tapi secara keseluruhan jika memang benar terjadi perang, indonesia akan mampu memberikan perlawanan yang minimal seimbang. tapi kenapa indonesia gak mau berperang? alasannya cuma 1, ribuan nyawa wni ada di malaysia. dalam hati saya berkata, pulangkan para wni itu maka saya yang akan memimpin perang. amin
dan menurut saya, jika memang seseorang/sekelompok itu mempunyai kekuatan, meraka gak bakal banyak omong. contoh yang sangat nyata adalah negara israel. mereka gak pernah berkoar koar untuk menyerang palestina, mereka hanya diam diam dan tiba tiba meledak gitu saja
contoh lain adalah cina, jika kita melirik pada sisi kehidupan mereka. jika mereka masih dalam taraf kehidupan yang biasa, mereka gak akan melakukan hal yang aneh2, malah cenderung maaf "pelit". bahkan ketika sudah kaya pun terkadang masih "pelit". namun lihat hasilnya, sekarang bangsa cina ada di mana mana, bahkan di amerika serikat posisi cina mulai menggusur yahudi
dari 3 contoh yang telah saya sebutkan diatas, saya berpendapat bahwa orang jika berisi, maka gak akan melakukan hal aneh aneh, cenderung tenang, gak banyak bertingkah. dan satu lagi, orang yang banyak omong itu cenderung menampakkan kebodohannya, menampakkan bahwa dia tidak berilmu.
mari kita renungkan, memilih jadi orang seperti apa kita ini
Langganan:
Komentar (Atom)