Jumat, 10 September 2010

diam itu emas

judul yang saya ambil diatas mungkin menjadi apa yang aku pikirkan saat ini
diam adalah emas, hal ini coba tak pikirkan dan ternyata banyak benarnya
entah fikiranku ini salah atau yakapa, tapi saya berpendapat bahwa orang yang banyak berbicara itu 0, sebenarnya tak berisi apapun
coba kita melirik sebentar ke negara tetangga kita malaysia, dia berkoar koar akan mengalahkan indonesia, jika kita melihat jauh kedalam malaysia, sebenarnya malaysia punya apa sih? nonsense, malaysia gak punya apa apa. peralatan militer kita gak kalah hebat, sistem pemerintahan dan perekonomian kita gak kalah. meskipun ekonomi mereka ada di hilir sedang kita di hulu. tapi secara keseluruhan jika memang benar terjadi perang, indonesia akan mampu memberikan perlawanan yang minimal seimbang. tapi kenapa indonesia gak mau berperang? alasannya cuma 1, ribuan nyawa wni ada di malaysia. dalam hati saya berkata, pulangkan para wni itu maka saya yang akan memimpin perang. amin
dan menurut saya, jika memang seseorang/sekelompok itu mempunyai kekuatan, meraka gak bakal banyak omong. contoh yang sangat nyata adalah negara israel. mereka gak pernah berkoar koar untuk menyerang palestina, mereka hanya diam diam dan tiba tiba meledak gitu saja
contoh lain adalah cina, jika kita melirik pada sisi kehidupan mereka. jika mereka masih dalam taraf kehidupan yang biasa, mereka gak akan melakukan hal yang aneh2, malah cenderung maaf "pelit". bahkan ketika sudah kaya pun terkadang masih "pelit". namun lihat hasilnya, sekarang bangsa cina ada di mana mana, bahkan di amerika serikat posisi cina mulai menggusur yahudi

dari 3 contoh yang telah saya sebutkan diatas, saya berpendapat bahwa orang jika berisi, maka gak akan melakukan hal aneh aneh, cenderung tenang, gak banyak bertingkah. dan satu lagi, orang yang banyak omong itu cenderung menampakkan kebodohannya, menampakkan bahwa dia tidak berilmu.
mari kita renungkan, memilih jadi orang seperti apa kita ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar