I. Pendahuluan
Jauh sebelum pendidikan karakter
menjadi popular, Sukarno di dalam pidatonya selalu membawa pentingnya pendidikan
karakter. Hal ini membuktikan bahwa sejak dahulu, negara ini mencita-citakan bangsa
ini memiliki karakter yang baik. Namun angan hanya menjadi angan bila kita
tidak serius untuk mewujudkannya. Bukti yang nyata adalah di layar kaca dapat
dengan mudah kita temui sebuah ironi. Pendidik yang harisnya mendidik malah
dididik, penegak hukum yang harusnya menghukum malah dihukum, pejabat yang
harusnya melayani masyarakat malah berbalik minta dilayani. Harusnya ini sudah
cukup membuat kita menangis sembari berfikir akan menjadi apa bangsa ini
beberapa dekade kedepan bila hal ini tidak segera diubah.
II. Pembahasan
Sebelum kita jauh melangkah
membahas pendidikan karakter di ITB, kita akan mencari pengertian pendidikan
karakter itu terlebih dahulu.
a. Pendidikan
Karakter Menurut Ki Hajar Dewantara
b. Pendidikan
Karakter Menurut Lickona
Apapun
definisinya, pendidikan karakter sejatinya mendambakan muncul kebiasaan hebat
dari peserta didik.
III.
Studi Kasus
Seperti yang bisa dilihat
sehari-hari, ITB sebagai kampus teknik terbaik bangsa tak lepas dari peliknya
masalah karakter, sama seperti yang lain. Misalnya saja masalah sederhana,
peduli kepada masyarakat sekitar ITB. Bila kita adalah kampus yang berkiblat
pada sertifikasi ABBET milik amerika, harusnya kita juga bisa meniru kampus
teknik terbaik mereka, MIT, yang kabarnya radius berapa kilometer dari
tempatnya berdiri masyarakatnya sudah madani. Itu baru masalah eksternal.
Masalah internal juga tak kalah pelik, misalnya saja banyaknya kasus pencurian,
kurang pekanya mahasiswa terhadap sarana seperti WC, sepeda kampus, dll bila
kita bahas masalah yang menjangkiti karakter mahasiswa ITB tidak akan pernah
ada habisnya.
Lalu apa? Berkeluh kesah tak akan
pernah menyelesaikan masalah. Perlu ada niatan dalam diri masing-masing insan
pembelajar di kampus ini. Dengan ditunjang sedikit fasilitas dari institute
terbaik bangsa ini, cepat atau lambat semua akan berubah. Sekali lagi semua
tergantung niatan dalam diri mahasiswa. Semuanya harus mau untuk berubah!
IV.
Penutup
ITB adalah kampus pencetak
mesin-mesin petarung yang siap memimpin bangsa ini kedepannya. Apapun yang
dilakukan mesin-mesin tersebut nantinya, pendidikan di ITB ini besar atau kecil
pasti berpengaruh. Meskipun saat ini pendidikan karakter sudah sangat
digalakkan di kampus ini, namun penulis rasa hal itu kurang massif dan kurang
mendapatkan hasil. Perlu ada suatu terobosan baru yang sekiranya bisa
memberikan efek positif terhadap kebiasan yang dimiliki mahasiswanya.
Ada pepatah yang mengatakan “bila
engkau menemukan satu masalah, maka seharusnyalah kamu memberikan lima solusi
untuk mengatasinya”. Inilah lima solusi yang diajukan oleh penulis.
2. Kemahasiswaan yang mendukung kebiasaan baik. Kemahasiswaan di ITB setahu penulis adalah kemahasiswaan ternetral yang pernah ada di kampus di negeri ini. Disini mau melakukan A, B, C dan yang lain tak ada yang membayangi organisasi dalam kampus ini, tak seperti kampus lain yang kebanyakan disetir organisasi luar. Karena peluangnya yang besar ini, harusnya bisa menarik minat mahasiswa untuk masuk, bukan seperti saat ini.
3. Pembiasaan sesuatu. Harusnya kita memiliki suatu kebiasaan baik yang dilakukan terus menerus, misalnya saja memberi salam pada bapak ibu dosen. Sebuah karakter bisa terbangun dari kegiatan yang dilakukan terus menerus.
4. Reward. Sudah sepantasnya seseorang yang berkarakter baik mendapat penghargaan atas prestasinya. Harapannya dengan diperlakukan demikian sang mahasiswa bisa terus termotivasi untuk berprestasi. Selain itu orang lain pun menjadi iri, dan pasti akan banyak yang menginginkan seperti itu.
5. Pembentukan iklim yang baik. Ikan tumbuh sehat tergantung seberapa mendukungnya lingkungannya untuk menyediakan kondisi untuk dia. Sesudah keinginan dalam diri masing-masing mahasiswa terpacu, sekarang saatnya membuat suatu ekosistem yang mendukung kegiatan berkarakter!
Referensi:
1. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131656343/PENDIDIKAN%20KARAKTER%20MENURUT%20KI%20HAJAR%20DEWANTORO.pdf
2. http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/31/pendidikan-karakter/
Tulisan ini dibuat
untuk memenuhi tugas membuat makalah mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan
KU2071
Tidak ada komentar:
Posting Komentar