Senin, 26 November 2012

Ketahanan


Dewasa ini kita mendapat masalah yang serius terkait daya tahan. Ya, peralihan musim seperti ini membuat tubuh kita sibuk meyesuaikan diri. Sembari kita sibuk dengan kegiatan sendiri, kita bisa jadi kecolongan, seperti kecolongan istri saat sibuk dengan urusan kantor.

Saat demikian, rumah sakit-rumah sakit pasti penuh sesak dengan pasien. Ada pasien yang dari kalangan mampu, ada yang setengah mampu, ada yang dimampu-mampuin biar bisa sembuh. Dengan demikian pelayanannya pun berbeda beda. Yang mampu jelas dapet pelayanan istimewa, sakit bak berasa di hotel. Yang setengah mampu dapetnya juga setengah, tapi yang penting sembuhnya ga boleh setengah-setengah. Gimana yang dimampu-mampuin? Dapet pelayanan penuh dong, full servis dari keluarga yang dicintai.

Meskipun penangkal penyakit ini sudah banyak dibuat, namun semua yang bisa bikin sakit, seperti virus, bakteri, kuman, cinta bisa berkembang membuat sakit yang lebih dalam. Bahkan sekarang sudah ditemukan banyak varian virus yang bisa menggerogoti urat nadi negara. Sesuatu yang tak pernah kita temukan dulu, karena dokter yang mau mengungkapkannya keburu ketemu petrus.

Tercatat ada beberapa ketahanan negara yang terlihat rapuh, misalnya:

Ketahanan pangan, tanah kita subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman, ungkapan yang seaakan meninabobokkan kita. Tercatat kita pernah menjadi swasembada pangan, meskipun mungkin hanya seumur jagung, yang penting kita pernah dan terus dibanggakan sampai ke anak cucu. Sekarang pangan kita jadi mainan orang luar. Para alien itu seenaknya saja mainin harga pangan kita, sebabnya ya cuma satu, mereka lah pemegang kendali. Masak beras sampai impor dari thailand, ntar bisa-bisa kita makan beras yang waria.

Ketahanan militer kita sebenarnya juga memprihatinkan. Alat-alat yang sudah udzur itu terus dipaksakan untuk berjuang menjadi syahid, memang sih ada ungkapan tua tua keladi, tapikan barang tua sudah keriput dan ga bisa berdiri lama lagi. Untuk anda yang mempertanyakan kenapa sih dijaman yang sudah aman dan tentram ini harus siapin senjata? Memang kita tidak mau perang, tapi siapa yang bakalan jagaian tuh laut kita dari pencurian ikan, njing! Kalau saja ikan-ikan yang bergizi itu diberikan pada anak-anak negeri (kalo swasta mah udah kaya, bisa beli ikan sendiri), maka tanpa sekolah pun negara ini akan pandai. Tapi yang menyesakkan kita tidak hanya dirampok secara ilegal, yang legal pun menjual semua ikan kualitas super keluar. Terus yang anak negeri dapet sampah-sampah sisa produksi. Makanan kita dimakan para alien padahal banyak dari kita yang kelaparan. Ini jelas pencurian yang biadab!

Sekarang pindah dulu ke sisi positif dari ketahanan kita ya, biar imbang:

Kita selalu tahan banget waktu dimainin sama malingsia. Untuk urusan yang satu ini berasa kita sedang pake obat kuat kualitas impor (kita ga percaya diri sama obat kuat lokal). Meskipun malaynjing sudah ngecret berkali-kali tapi kita tetap bisa tahan tegang sampai berkali-kali ngecret berikutnya. Tercatat ada banyak kasus yang merendahkan harga diri kita. Misalnya kasus klaim barang kita seperti lagu, tarian, kebudayaan, tapi kita hanya diam. Tapi ada satu yang tidak bisa kita tahan dari malaysia, serbuan gol dari safee Sali.

Kalo ada lomba tahan miskin saat agustusan mungkin kita akan selalu juara, paling tidak finalis lah seperti gelaran AFF. Tapi trend akhir-akhir ini, dalam lomba miskin-miskinan sudah meniru cabang olahraga yang lain kok, tahun ini finalis, tahun depan 8 besar, tahun depannya lagi lolos fase grup aja enggak. Ibaratnya seperti kebelet pipis di kereta ekonomi, kita sudah siap keluar tapi kamar mandinya diisi sama orang karena keretanya ga cukup. Ah tapi kaum sok pinter sudah merubah regulasi kereta ekonomi ku tercinta.

Kembali ke masalah penyakit, virus yang menyerang negara ini jauh lebih ganas dari virus HIV. Bahkan kalo kita dapet 3 permintaan dari jin ketika menggosok lampu ajaib, jin akan milih jangan digosok daripada diminta benerin negara ini. Makanya salah siapa minta kok ya ke jin. Minta itu hanya pada ALLAH semata!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar