Sabtu, 01 Desember 2012

Dari bersahajanya Cigumentong


Kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TMBK), yang berada di perbatasan Sumedang dan Garut ini menyimpan sejuta pesona kekayaan hayati dan hewani. Kawasan yang diduga dulu ditumbuhi pohon kareumbi (Homalanthus populneus) ini mempunyai luas kira-kira 12.420,70 hektar. Untuk sampai ke kawasan ini, kita bisa menggunakan kereta lokal (KRD) kemudian dilanjutkan naik angkutan umum, selain itu kita bisa berkendara menggunakan mobil pribadi kira-kira 90 menit.

Yang menarik dari kawasan ini adalah adanya dua desa, Cigumentong dan Cimulu. Konon katanya, dua daerah tersebut dulunya adalah batas dua kerajaan, dan di dua kerajaan ini dibangun pos penjaga perbatasan.

Cigumentong mempunyai belasan kepala keluarga. Meskipun tidak semua merupakan penduduk asli, namun mereka mengaku senang bisa tinggal di kawasan ini. Bahkan mereka tidak memilih mengadu nasib di Bandung atau Jakarta, karena menurut mereka tanah Cigumentong lebih berharga untuk dijaga. Lagipula mereka cukup senang hidup bersahaja.

Sumber energi di Cigumentong:

Posisi desa Cigumentong yang berada jauh diatas gunung, ditambah jumlah penduduk yang hanya belasan kepala keluarga membuat PLN tidak mungkin menanamkan modal jutaan untuk melistriki desa. Meskipun begitu, Cigumentong tetap mempunyai potensi untuk menikmati listrik dengan memanfaatkan sumber disekitar. Diantara sumber tersebut ada:

1.       Solar Cell

Bila kita pandang ke atap rumah-rumah penduduk, maka dapat kita amati benda seukuran ipad, yang tertanam Solar Cell didalamnya. Awalnya kita bingung, suasana pagi di Cigumentong terlihat seperti mendung dan tidak berpotensi mendapat sinar matahari membuat kita meragukan kerja alat tersebut. Namun ketika hari sudah beranjak siang, kita dapati langit nan cantik tanpa awan yang membuat matahari bisa terjun langsung untuk menghangatkan solar cell. Bahkan jika boleh dikatakan, panasnya cukup terik. Ketika kita tanyakan berapa kapasitas energi yang dihasilkan dari Solar Cell tersebut, sang pemangku adat mengaku tidak tahu. Tetapi yang jelas benda tersebut sudah sanggup untuk menyalakan 6 LED superbright yang ada di dalam rumah. Lampu lampu yang disusun secara paralel ini menjadi salah satu harapan penerangan kampung ditengah semakin mahalnya minyak tanah untuk lampu tempel. Instalasi penerangan lampu ini bukan tanpa masalah, baterai yang jadi fasilitas penyimpan tenaga sempat rusak, meskipun sekarang sudah mendapat bantuan baterai pengganti yang mendapat garansi hingga 10 tahun.

2.       Mikro Hidro

Berbanding terbalik dengan solar cell, pembangkit mikro hidro yang dekat dengan desa ini mangkrak sejak setahun ini. Kini pembangkit ini hanya berfungsi ketika musim penghujan, padahal sebelumnya sepanjang tahun dia bisa bekerja. Ketika kami naik lebih jauh ke sumber air, kami dapati ternyata sumber air pusatnya bercabang, satu kearah perkebunan warga, yang satu lagi ke pembangkit ini. Kami tidak tahu bagaimana pembagian air nya ini, yang jelas mikro hidro hanya berfungsi saat penghujan. Ketika ditanya mengenai aktivitas hutan, penduduk sekitar mencurigai ada kegiatan diatas gunung, yang membuat kini air tidak mengalir lagi.

Ketika naik ke atas gunung tadi, kita merasakan semilir angin yang cukup kencang meskipun tertutup rimbunnya pepohonan. Bahkan kita bisa mendengarkan suara gemerisik yang cukup keras dari daun daun yang bergesekan diatas pohon. Karena tidak membawa peralatan yang memadai, kita tidak tau seberapa kencang potensi angin cigumentong, tapi yang jelas ini bisa jadi alternatif.

Alternatif penyelamatan PLTMH pun bisa kita lakukan. Misalnya saja dengan penataan ulang peta pengembangan wilayah cigumentong. Kami curiga, penempatan perkebunan disamping PLTMH ini ikut memberikan andil dalam matinya sang pembangkit. Andai saja pembangkit bisa diletakkan sebelum aliran yang mengarah ke perkebunan, penduduk bisa menikmati listrik, tanpa harus kehilangan kebun mereka.

Solusi lain adalah dengan penyelamatan hutan. Meskipun tidak tahu aktivitas apa saja yang ada di tempat yang lebih atas lagi, tapi hilangnya air satu tahun terakhir menandakan ada aktifitas yang tidak beres.

Hidup bersahaja yang mereka jalani sekian lama, tetap lebih kuat dari hasrat memiliki teknologi yang lebih maju. Hanya saja bila kita bisa memberikan penerangan yang lebih layak, artinya kita memberi ekstra 12 jam yang bisa mereka gunakan untuk berproduksi, daripada hanya terlelap di gulitanya malam.-ajay

Senin, 26 November 2012

Ketahanan


Dewasa ini kita mendapat masalah yang serius terkait daya tahan. Ya, peralihan musim seperti ini membuat tubuh kita sibuk meyesuaikan diri. Sembari kita sibuk dengan kegiatan sendiri, kita bisa jadi kecolongan, seperti kecolongan istri saat sibuk dengan urusan kantor.

Saat demikian, rumah sakit-rumah sakit pasti penuh sesak dengan pasien. Ada pasien yang dari kalangan mampu, ada yang setengah mampu, ada yang dimampu-mampuin biar bisa sembuh. Dengan demikian pelayanannya pun berbeda beda. Yang mampu jelas dapet pelayanan istimewa, sakit bak berasa di hotel. Yang setengah mampu dapetnya juga setengah, tapi yang penting sembuhnya ga boleh setengah-setengah. Gimana yang dimampu-mampuin? Dapet pelayanan penuh dong, full servis dari keluarga yang dicintai.

Meskipun penangkal penyakit ini sudah banyak dibuat, namun semua yang bisa bikin sakit, seperti virus, bakteri, kuman, cinta bisa berkembang membuat sakit yang lebih dalam. Bahkan sekarang sudah ditemukan banyak varian virus yang bisa menggerogoti urat nadi negara. Sesuatu yang tak pernah kita temukan dulu, karena dokter yang mau mengungkapkannya keburu ketemu petrus.

Tercatat ada beberapa ketahanan negara yang terlihat rapuh, misalnya:

Ketahanan pangan, tanah kita subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman, ungkapan yang seaakan meninabobokkan kita. Tercatat kita pernah menjadi swasembada pangan, meskipun mungkin hanya seumur jagung, yang penting kita pernah dan terus dibanggakan sampai ke anak cucu. Sekarang pangan kita jadi mainan orang luar. Para alien itu seenaknya saja mainin harga pangan kita, sebabnya ya cuma satu, mereka lah pemegang kendali. Masak beras sampai impor dari thailand, ntar bisa-bisa kita makan beras yang waria.

Ketahanan militer kita sebenarnya juga memprihatinkan. Alat-alat yang sudah udzur itu terus dipaksakan untuk berjuang menjadi syahid, memang sih ada ungkapan tua tua keladi, tapikan barang tua sudah keriput dan ga bisa berdiri lama lagi. Untuk anda yang mempertanyakan kenapa sih dijaman yang sudah aman dan tentram ini harus siapin senjata? Memang kita tidak mau perang, tapi siapa yang bakalan jagaian tuh laut kita dari pencurian ikan, njing! Kalau saja ikan-ikan yang bergizi itu diberikan pada anak-anak negeri (kalo swasta mah udah kaya, bisa beli ikan sendiri), maka tanpa sekolah pun negara ini akan pandai. Tapi yang menyesakkan kita tidak hanya dirampok secara ilegal, yang legal pun menjual semua ikan kualitas super keluar. Terus yang anak negeri dapet sampah-sampah sisa produksi. Makanan kita dimakan para alien padahal banyak dari kita yang kelaparan. Ini jelas pencurian yang biadab!

Sekarang pindah dulu ke sisi positif dari ketahanan kita ya, biar imbang:

Kita selalu tahan banget waktu dimainin sama malingsia. Untuk urusan yang satu ini berasa kita sedang pake obat kuat kualitas impor (kita ga percaya diri sama obat kuat lokal). Meskipun malaynjing sudah ngecret berkali-kali tapi kita tetap bisa tahan tegang sampai berkali-kali ngecret berikutnya. Tercatat ada banyak kasus yang merendahkan harga diri kita. Misalnya kasus klaim barang kita seperti lagu, tarian, kebudayaan, tapi kita hanya diam. Tapi ada satu yang tidak bisa kita tahan dari malaysia, serbuan gol dari safee Sali.

Kalo ada lomba tahan miskin saat agustusan mungkin kita akan selalu juara, paling tidak finalis lah seperti gelaran AFF. Tapi trend akhir-akhir ini, dalam lomba miskin-miskinan sudah meniru cabang olahraga yang lain kok, tahun ini finalis, tahun depan 8 besar, tahun depannya lagi lolos fase grup aja enggak. Ibaratnya seperti kebelet pipis di kereta ekonomi, kita sudah siap keluar tapi kamar mandinya diisi sama orang karena keretanya ga cukup. Ah tapi kaum sok pinter sudah merubah regulasi kereta ekonomi ku tercinta.

Kembali ke masalah penyakit, virus yang menyerang negara ini jauh lebih ganas dari virus HIV. Bahkan kalo kita dapet 3 permintaan dari jin ketika menggosok lampu ajaib, jin akan milih jangan digosok daripada diminta benerin negara ini. Makanya salah siapa minta kok ya ke jin. Minta itu hanya pada ALLAH semata!

Sabtu, 24 November 2012

Renewable Energy


Diskusi Kolaboratif Renewable Energy

7 Oktober 2011

Deputi Diseminasi dan Elaborasi Keprofesian

Moderator: Randy Aditya

Bandung, ITBProfession – Renewable energy adalah sesuatu yang bisa digarap bersama-sama. Semua himpunan punya potensi untuk ikut ambil bagian di dalam renewable energy. Begitu kira-kira yang diungkapkan Danny Gatot Harbowo, Mentri Proinov, ketika membuka acara diskusi siang itu. Mau tidak mau, kemajuan teknologi menuntut kita untuk semakin banyak menggunakan energi. Sudah selayaknya ITB sebagai kampus teknologi paling tidak bisa peduli pada masalah ini.

Acara diawali dengan presentasi dari Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan(HMTM-Patra) mengenai geothermal. Energi yang menurut mereka masih mahal untuk dipakai dan dikembangkan ini sangat potensial untuk digunakan di masa depan. Pasalnya energi yang diambil dari aktivitas batuan yang nantinya disalurkan ke reservoir terus ke separator sebelum sampai ke turbin ini tinggal ambil dari perut bumi, yang dalam hal ini berfungsi sebagai kompor yang siap memanaskan. Selain itu energi ini bersih dan ramah lingkungan, ketika semua sedang berlomba lomba untuk go green energi ini sangat potensial untuk digunakan. Sayangnya perpolitikan Indonesia saat ini tidak mendukung untuk itu.

Presentasi berikutnya adalah dari Himpunan Mahasiswa Meteorologi (HMME-Atmosphaira) yang membahas sifat fisis dan dinamika atmosfer, dalam hal ini energi yang disoroti adalah energi angin. Meskipun tidak sebagus di daerah subtropis, di Indonesia yang memiliki banyak pesisir sangat potensial untuk diberi Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Pasalnya daerah pesisir angin yang melaju tidak terhalang, selain itu perbedaan tekanan yang tinggi membuat angin mudah mengalir. Disinilah peran para meteorologist untuk menentukan mana titik yang cocok untuk dibuatkan turbin angin. Energi ini menjadi potensial karena saat ini masih belum banyak yang berinvestasi untuk itu.

Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) yang juga ikut ambil bagian dalam diskusi ini membawa nuklir sebagai kontennya. Sudah jadi rahasia umum bahwa sistem birokrasi kita tidak mendukung untuk dibuat pembangkit listrik jenis ini. Padahal potensi cadangan uranium di kalimantan yang melimpah sangat potensial untuk itu.

Selain ketiga himpunan diatas, Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) dan Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK-Amisca) datang tidak hanya dengan wacana. HME membawa produk mereka berupa sun-tracker yang bisa melacak posisi kemiringan sel surya agar didapat energi yang paling besar, serta boost konverter yang mengatasi rugi mekanik pada roda gigi. Sedangkan Amisca membawa solar cell yang ternyata bisa dikombinasikan dengan sumber energi lain.

Diskusi ditutup dengan presentasi dari Ikatan Mahasiswa Metalurgi (IMMG) yang mengangkat isu peranan metalurgi dalam renewable energy. Meskipun tidak bersinggungan langsung, jurusan yang erat kaitannya dengan pengolahan hasil tambang ini bisa memberikan kontibusi dalam pemilihan bahan agar dicapai kondisi yang maksimal.
artikel ini dibuat untuk majalah ITBProfession kementrian profesi dan inovasi KM-ITB

Rabu, 14 November 2012

Terimakasih ALLAH

Terimakasih ya ALLAH engkau panjangkan umur ini
Terimakasih ya ALLAH engkau titipkan tubuh sehat ini
Terimakasih ya ALLAH atas semua rahmat ini
Tak ada kata yang terpikirkan selain terimakasih ya ALLAH

Terimakasih ya ALLAH engkau titipkan mereka
Mereka yang menyayangiku karenamu
Terimakasih ya ALLAH engkau berikan rasa ini
Rasa yang membuatku rindu kepadamu

Terimakasih terucap disepanjang nafas ini
Mengingatmu dari karuniamu
Rindu menghadapmu disetiap hariku
Memikirkanmu bahkan disibuknya kegiatanku

Aku rindu di bagian ketika kau buat ku melayang
Bagai seorang ayah yang menimang anaknya
Aku kangen saat mendapat cobaan darimu
Bagai seorang ibu kau menuntunku ketika terjatuh

Kau lebih dekat dari nadi ini
Mengalir lebih deras melebihi darah ini
Maafkan saat saat dimanaku melupakanmu
Maafkan waktu yang terbuang tanpa menyebut namamu

Kutahu kau menyayangiku lebih dari orang tuaku
Menjadi pelindungku saat bahaya mendekat
Namun izinkan aku mendapatkan dia
Kebahagian yang membuatku selalu cinta karnamu

Senin, 12 November 2012

Inefisiensi senjata pembunuh nomor satu bagi politisi baik

Dulu waktu di SMA kita selalu dicekoki pendapat yang menyatakan pelajaran IPA adalah pelajaran yang eksak, nyata, dan angka-angkanya adalah sesuatu yang pasti. Sedangkan untuk IPS adalah sebaiknya, mereka mempelajari hal yang terjadi di masyarakat, tidak pasti, dan sangat dinamis. Ya, saya setuju untuk yang bagian IPS. Untuk yang IPA? Saya rasa kalimat yang mereka gunakan adalah sebuah pembodohan

  • Ketidakpastian
Adakah yang bisa memastikan bahwa benda seberat 1 kG yang di dorong dengan gaya 1 Newton akan bergerak dengan percepatan 1 m/s2 di dunia nyata? Tidak ada yang benar-benar pasti terjadi di dunia nyata. Baik yang dari disiplin ilmu IPA maupun IPS sebenarnya dua-duanya berisi sesuatu yang kita dekati dengan kemungkinan. Karena itu pulalah dipelajari yang namanya ketidakpastian.

  • Probabilitas
Di dunia teknik, kami mempelajari yang namanya probabilitas dan statistik. Karena memang sebuah rancangan rekayasa yang dibuat tangan manusia bukan sesuatu yang presisi seperti rancangan ALLAH, ada celah yang membuat kegagalan mungkin terjadi.
Study Kasus: Anda adalah seorang pimpinan proyek peluncuran roket ke bulan. Hari ini adalah hari peluncuran roket itu. Anda sudah mengundang semua media untuk meliput, bahkan pak presiden sudah berjanji untuk datang melihat, padahal sebelumnya pak presiden belum pernah datang. Pada beberapa jam menjelang peluncuran teknisi anda datang dan menyatakan ada sedikit ketidak seimbangan pada badan roket yang membuat roket bisa meledak bila dipaksakan mengudara. Di satu sisi bila peluncuran roket ini berhasil karir anda akan melejit dan anda akan dikenang, bila meledak maka karir anda dipertaruhkan. Namun bila anda membatalkan untuk meluncurkannya, bagaimana dengan publik bahkan pak presiden yang sudah menyempatkan hadir? Bagaimana dengan nasib anak istri dirumah?
 Ya, itu contoh bagian dari dunia engineering
  • Undang-undang perengineringan
Pelaksanaan bidang medik saja sudah diatur dengan ketat oleh perundangan. Misalnya saja masalah malpraktek. Namun berkebalikan dengan dunia teknik, minim sekali atau bahkan tidak ada. Misalnya saja peraturan penggunaan lift, adakah yang mengatur siapa yang masuk duluan, keluar duluan. Lucu ya kalo mau diatur? Tapi terbukti menimbulkan sedikit kekacauan ketika ada yang semena-mena. Itu baru contoh kecil. Masih banyak teknologi yang diaplikasikan di Indonesia namun masyarakat belum siap menerima konsekuensinya.
  •  Undang-undang anti korupsi yang paling berbahaya


 
Ditangan orang orang tidak bertanggung jawab, UU ini bisa sangat berbahaya. kita jelaskan dengan study kasus lagi.
Anda adalah seorang direktur Perusahaan Listrik Nusantara. Suatu ketika trafo yang melayani daerah X meledak sedangkan waktu itu belum pernah ada kejadian serupa, jadi tidak ada cadangan trofo pengganti. Perlu diketahui trafo adalah alat yang susah untuk rusak, karena ukurannya yang sangat besar, dia juga sangat mahal. Bisa menyentuh angka 1 M tiap buah. Karena harganya yang sangat mahal, produsen trafo jumlahnya sangat sedikit. dan hanya melayani produksi ketika ada pemesanan. Sedangkan waktu produksi sebuah trafo memakan 1 tahun. Artinya daerah X akan kehilangan listrik selama 1 tahun dan tentu ini sebuah kerugian. Oke yang sudah terjadi biarkan terjadi, 1 tahun kemudian trafo pesanan datang dan daerah X sudah teraliri listrik lagi. Karena sudah mengalami hal demikian, teknisi mengusulkan untuk membeli cadangan trafo. Sehingga nanti waktu ada yang meledak lagi kita tidak perlu menunggu 1 tahun. Namun kemungkinan trafo meledak sangat kecil, sedangkan barang yang lama disimpan dan dibiarkan nganggur akan mengalami penurunan nilai terus menerus. apa yang akan anda lakukan?
 Chase yang akan dibahas disini adalah direktur setuju mengadakan pembelian cadangan. namun sampai 10 tahun kemudian ternyata tidak ada trafo yang meledak. Artinya ada uang yang terbuang percuma untuk membeli trafo, artinya menurut pasal diatas, kita sudah merugikan keuangan negara. dan kita layak dipenjara. Selain merugikan keuangan negara, kita juga membuat produsen trafo jadi kaya padahal alat mereka tidak kita pergunakan. Masih dianggap adilkah UU semacam itu?

Perteknikan bukan masalah 1 sama 0 yang diskrit. Teknik bicara soal berbagai kemungkinan dengan mengurangi resiko yang ada. Karena itu undang undang mengenai teknik mutlak perlu ada. Dan harus di garis bawahi, penyusun undang undang mengenai teknik harus orang-orang teknik!

Terimakasih kepada Bapak Pekik Argo Dahono yang telah mengajarkan Rangkaian Elektrik
Kita tidak sedang menghentikan kelaparan dunia, tapi masalah pencerdasan bangsa adalah masalah kita semua.

Kamis, 08 November 2012

Pembatasan BBM dilihat secara sederhana


Saat pertama kali pemerintah mengumumkan bahwa ada skema pembatasan BBM bagi mobil tertentu, saya langsung ketawa. Mana ada mobil keluaran terbaru yang masih minum premium, alasannya adalah sebagai berikut.

Grafik p-v mesin otto